Mina Padi: Melipatgandakan Keuntungan Petani

0
265

Mina Padi adalah cara yang digunakan oleh petani dengan
menggabungkan teknik budidaya padi dan pemeliharaan ikan, yang
dilakukan secara bersamaan di sawah. Biasanya, sistem mina padi
biasa dilakukan di sistem pengairan sawah teknis dan setengah teknis,
sebab keberadaan air di sawah dalam sistem mina padi sangat
dibutuhkan.

Sistem mina padi, jelas mempunyai keuntungan yang dapat dirasakan
oleh petani. Tapi pada saat yang bersamaan juga mempunyai
kelemahan. Dengan memadukan sistem perikanan dan pertanian
sistem ini dapat melipatkan penghasilan petanian. Sistem Minapadi ini
sendiri sudah diterapkan oleh empat kelompok tani di Kecamatan
Ngemplak, Kabupaten Sleman, yakni kelompok Mina Lestari, Mina
Tunas Baru, Mina Sawahan, dan Mina Siwar Putih.

Dalam penerapannya, sistem Minapadi ini memiliki beberapa
perbedaan dengan sistem tanam padi pada umumnya, yakni membuat
kubangan di bagian depan sepanjang 4×1 meter dan tengah
persawahan, yang lahannya telah diolah dengan kompos, sepanjang
50 sentimeter sebagai tempat ikan. Ikan yang diternak yakni ikan nila.

Ikan nila dipilih dalam sistem mina padi karena tidak mudah terserang
penyakit, harga yang terus naik dan permintaan yang meningkat.
Menurutnya, untuk 1500 ekor bibit bisa menghasilkan 3 kuintal ikan.
Namun, sistem padi yang menguntunkan bagi petani, padi dan ikan ini
memerlukaan lahan pertanian yang banyak air.

Selain itu, saat melakukan tanam bibit padi tidak perlu terlalu dalam,
yakni hanya dua sentimeter. Rentang waktu satu minggu, tanaman
kemudian diberi pupuk urea sebanyak delapan kilogram untuk lahan
seluas 1000 meter persegi. Pasca 15 hari penanaman, ikan kemudian
dilepas pada kolam yang disediakan.

Dengan sistem itu tanaman padi bisa mengeluarkan anak lebih
banyak, dari yang biasanya sekitar 15, bisa mencapai 40 anakan padi.
Tak hanya itu, bulir padi yang biasanya hanya sekitar 160 bisa
mencapai 215 bulir padi. Tak cukup sampai disitu. Petani juga bisa
menghemat pupuk karena sudah tercampur kotoran ikan dan makanan
ikan yang bersifat organik yang meminimalisir penggunaan zat kimia.

Selain padi, petani juga bisa mengambil keuntungan dari ikan nila.
Ikan nila bisa dipanen saat berumur 2,5 bulan, setengah bulan
sebelum panen padi. Ikan berumur demikianlah yang mengikuti
kebutuhan pasar, karena pasar menginginkan ukuran ikan nila yang
tak terlalu besar.

Para petani juga tidak perlu khawatir akan adanya rumpuh atau
tanaman liar yang tumbuh di sekitar padi. Tanaman liar menjadi bahan
makanan yang akan dimakan nila. Dengan adanya simbiosis tersebut
maka para petani tidak perlu lagi melakukan penyiangan terhadap
padi.

Kesulitan terbesar pada sistem Mina Padi adalah banyaknya burung
yang memakan padi pada masa-masa menjelang panen. Namun
dengan berbagai kelebihan yang ada seperti pengehematan pupuk,
tanpa proses penyiangan dan juga keuntungan yang didapat dari ikan
nila, agaknya kerugian akibat kesulitan tersebut bisa dengan mudah
teratasi.

SUMBER : http://www.berdesa.com/mina-padi-melipatgandakan-keuntungan-petani/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here